بسم الله
الر حمان الر حيم
Allah Subahanahu
wa Ta’ala menghendaki, agar orang-orang yang beriman benar-benar bersih
dari segala dosa dan kotoran, baik dzahir maupun bathin sebelum masuk ke Surga-Nya. Maka, untuk mewujudkan
keMaha Adilan-Nya tersebut, Allah Subahanahu wa Ta’ala menciptakan 2
(dua) tempat Qishash , قصاص (pembalasan / hukuman yang setimpal) bagi yang pernah menzhalimi makhluk lainnya, baik secara dzahir (seperti kerugian materi, menumpahkan darah tanpa haq), maupun bathin (kehormatan, nama baik seseorang).
Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam;
مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ
"Barangsiapa yang pernah berbuat zhalim terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun, hendaklah dia meminta maaf pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat lagi dinar dan dirham, yang bila dia memiliki amal shalih, maka akan diambil darinya sebanyak kezhalimannya. Apabila dia tidak memiliki pahala kebaikan lagi, maka keburukan saudaranya yang dizaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanya."
(HR. Al-Bukhari, 2449)
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (artinya),
“Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada
dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di
atas dipan.”
(QS. Al-Hijr; 47)
Qishash di Yaumal Qiyamah terjadi 2 (dua) kali - di dua tempat yang berbeda;
Qishash pertama, terjadi di Padang Mahsyar
sebelum menyeberang di atas Shirath (jembatan) yang berada di atas (punggung)
Neraka Jahannam. Qishash di
Padang Mahsyar ini berlaku secara umum, antara orang-orang yang beriman,
zhalim, dan kafir. Bahkan, antar binatang pun
ada qishashnya. Jadi, jangan dikira kezhaliman yang dilakukan oleh orang Islam terhadap orang-orang kafir (non muslim) tidak akan dibalas nanti di Akhirat, sebelum mereka dimasukkan ke dalam Neraka.
Di tempat ini (Padang Mahsyar) pahala
orang-orang yang berbuat zhalim akan dipindahkan (diambil) oleh orang-orang
yang terzhalimi (sesuai kadar kezhalimannya), sehingga bila pahala orang-orang yang berbuat zhalim tersebut
telah habis, sementara orang yang menuntut (dizhaliminya masih ada), maka
dipindahkanlah dosa orang-orang yang terzhalimi tersebut kepada orang yang
menzhalimi (sehingga, manusia semacam inilah yang disebut oleh Rasulullah shallallahu
‘slaihi wa sallam sebagai orang yang bangkrut secara hakiki), karena dia datang di Akhirat membawa pahala yang banyak, akan tetapi habis "digerogoti" oleh orang-orang yang dizaliminya sewaktu di dunia, sehingga mencampakkannya ke dalam Neraka Jahannam. "Na'uudzubillahi min dzaalika" (Kita berlindung kepada Allah dari hal itu).
Qishash
kedua,
terjadi di Qantharah (suatu tempat, antara Surga dan Neraka – setelah Shirath,
sebelum masuk ke Surga). Hal ini
terjadi di antara sesama mukmin yang telah berhasil melewati Shirath. Qishas di tempat ini dapat menurunkan dan menaikkan derajat seseorang di dalam Surga, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan Surga itu 100 (seratus) tingkat.
(Baca juga artikel tentang, SURGA)
Berkata Muqatil rahimahullah, “Jika mereka
(orang-orang mukmin) telah melewati jembatan (Shirat) yang berada di
atas Jahannam, mereka akan ditahan (berhenti) di Qantharah, antara Surga
dan Neraka.”
Demikian pula perkataan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah,
“…Sampai-sampai, orang yang beriman setelah melewati jalan di atas Jahannam,
mereka akan ditahan di Qantharah, antara Surga dan Neraka, hingga mereka
dibersihkan dan disucikan dari sisa-sisa kotoran yang masih menghalangi ke
Surga, tetapi tidak sampai memasukkannya ke Neraka. Jika telah bersih dan suci, barulah diidzinkan
masuk ke dalam Surga.”
Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah,
“Qishash di sini
(Qanthar) berbeda dengan Qishash di Padang Mahsyar, karena
Qishash ini lebih khusus guna menghilangkan rasa dendam, dengki dan
kebencian dalam hati-hati manusia. Maka
ini, semacam pembersihan dan penyucian.
Karena apa yang ada di dalam hati tidak serta-merta hilang dengan Qishash
(di Padang Mashsyar, pen blog.)”
Berkata Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah, “Qantharah
adalah sebuah jembatan pada bagian yang tinggi dari suatu bangunan. Ada yang mengatakan, Qantharah ini
merupakan ujung dari Shirat – sebelum Surga, ada pula yang mengatakan
jembatan lain yang khusus bagi orang-orang beriman (mukmin).”
Bagaimanapun keadaannya, semoga gambaran perjalanan Qishash yang amat teliti dan terperinci
di Yaumal Qiyamah ini menambah rasa takut kita untuk berbuat zhalim
terhadap sesama makhluk-Nya, terutama dosa (kezhaliman) yang mengenai banyak manusia (seperti memprovokasi massa, demo, menyebarkan bid'ah dan fitnah, mengadu domba, hoaks di tengah masyarakat, dll.), sehingga Allah ‘Azza wa Jalla akan mempermudah langkah kita masuk ke dalam Surga-Nya, Amiin – ya, Mujiibassailiin.
(Baca juga artikel, Kezhaliman Adalah Kegelapan Pada Hari Kiamat)
(Baca juga artikel, Kezhaliman Adalah Kegelapan Pada Hari Kiamat)
oOo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar